Jumat, 06 April 2012

Gizi pada Preeklamsi



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Preeklampsia (PE) merupakan salah satu faktor predisposisi terjadi insufisisensi plasenta yang dapat mengakibatkan hipoksia ante dan intrapartum. Pertumbuhan janin terhambat dan persalinan premature. Prognosis janin ditentukan oleh kondisi ibu, dan pengaruh buruk dari PE serta tindakan pengobatan terhadap penyakit tersebut. PE merupakan salah satu penyebab angka kesakitan dan kematian Ibu dan Janin yang cukup tinggi di Indonesia. Para penelitian terdahulu di RSUD Drs. Pringadi Medan.
Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, sehingga pengobatannya masih bersifat siptomatis, empiris dan terutama di tujukan untuk mencegah terjadinya kejang serta menurunnya tekanan darah.
Penatalaksanaan diet pada ibu hamil dengan preeklampsia adalah salah satu dari pembahasan mata kuliah yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran disetiap akademi keperawatan, untuk mengkaji bagaimana proses penatalaksanaan diet pada ibu hamil dengan preeklampsia, klasifikasi preeklampsia, gejala dan cara pencegahannya. Adapun  latar belakang yang lain adalah untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah ilmu gizi di Akper Cianjur.

1.2  Tujuan penulisan
Berdasarkan uraian diatas adapun tujuan dari penulisan Makalah ini yaitu :
ü  Untuk mengetahui  apa yang dimaksud dengan preeklampsia
ü  Untuk mengetahui klasifikasi preeklampsia
ü  Untuk mengetahui gejala preeklampsia
ü  Untuk mengetahui cara pencegahannya
ü  Untuk mengetahui diet untuk ibu hamil dengan  preeklampsia



1.3  Sistematika penulisan
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
1.2  Tujuan
1.3  Sistematika penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Definisi preeklampsia
2.2  Klasifikasi preeklampsia
2.3  Gejala preeklampsia
2.4  Penanganan preeklamsia
2.5  Diet preeklampsia
BAB III PENUTUP
1.1  Kesimpulan
1.2  Saran
DAFTAR PUSTAKA

















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi preeklampsia
            Preeclampsia (toxemia) adalah suatu gangguan yang muncul pada masa kehamilan diatas 20 minggu. Resiko lebih tinggi terjadi pada wanita yang memiliki banyak anak, ibu hamil usia remaja, dan wanita hamil diatas usia 40 tahun. Selain itu wanita dengan tekanan daranh tinggi atau memiliki gangguan ginjal sebelum hamil juga beresiko tinggi mengalami preeklampsia.
Beberapa teori yang menjelaskan perkiraan etiologi dari preeklampsia :
1.      Peran prostasiklin dan tromboksan
Pada preeklampsia didapatkan kerusakan pada endotel vaskuler, sehingga terjadi penurunan produksi prostasiklin yang pada kehamilan normal meningkat, aktivitas penggumpalan dan fibrinolis, yang kemudian akan diganti dengan thrombin dan plasmin. Thrombin akan mengkonsumsi antitrombin III sehingga terjadi defisit fibrin, aktivitas trombosit menyebabkan pelepasan tromboksan dan serotonim, sehingga terjadi vasospasme dan kerusakan endotel.
2.      Peran faktor imunologis
Preeeklampsia sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak timbul lagi pada kehamilan berikutnya. Hal ini dapat diterangkan bahwa pembentukan blobking antibody terhadap antigen plasenta titik sempurna, yang semakin sempurna pada kehamilan berikutnya. Beberapa wanita dengan preeklampsia mempunyai kompleks imun dan serum.
2.2  Klasifikasi preeklampsia
1.      Preeklampsia ringan :
ü  Tekanan darh systole 140 atauu kenaikan 30 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam.
ü  Tekanan darah diastole 90 atau kenaikan 15 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam.
ü  Kenaikan BB 1 kg atau lebih dalam semingg.
ü  Proteinuria 0,3 gram atau lebih
2.      Preeklampsia berat :
ü  Tekanan darah 160/110 mmHg.
ü  Urin kurang dari 400cc/24 jam.
ü  Proteinuria lebih dari 3 gram/liter
ü  Keluhan subjektif : nyeri epigastrium, gangguan penglihatan,nyeri kepala, dan gangguan kesadaran.
ü  Pemeriksaan : kadar enzim hati meningkat, pendarahan pada retina, trombosit kurang dari 100.000/mm
2.3              Gejala preeklampsia
          Gejala terjadinya preeklmpsia adalah  naiknya tekanan darah dan kadar protein dalam urine yang berlebihan (proteinuria) setelah kehamilan mencapai 20 minggu. Kelebihan protein akan mempengaruhi kerja ginjal. Gejala lain yang terjadi antara lain:
ü  Sakit kepala
ü  Masalah penglihatan termsuk kebutaan sementara
ü  Nyeri perut bagian atas, biasanya di bawah rusuk sebelah kanan
ü  Muntah
ü  Pusing
ü  Berkrangnya volume urine
ü  BB naik secara cepat, biasanya diatas 2 kg perminggu
ü  Edema (pembengkakan) pada wajah dan tangan
Penyebabnya :
Preeklampsia dulunya dikenal sebagai toksemia, karena diperkirakan adanya racun dalam darah ibu hamil. Meski teori sudah dibantah., tetapi penyebab preeklampsia hingga kni belm diketahui . penyebab lain yang diperkirakan terjadi adalah :
ü  Kelainan aliran darah menuju rahim
ü  Kerusakan pembuluh darah
ü  Masalah dengan sistem kekebalan tubuh
ü  Diet atau konsumsi makanan yang salah


2.4 Penanganan preeklampsia
Penanganan preeklampsia bertujuan untuk mengindari kelanjutan menjadi eklampsia dan pertolongan kebidanan dengan melahirkan janin dalam keadaan optimal dan bentuk pertolongan dengan trauma minimal.
v  Penanganan preeklampsia ringan  :
1.      Sedativa ringan
ü  Phenobarbital 3x30 mgr
ü  Valium 3x10 mgr
2.      Obat penunjang
ü  Vitamin B komplek
ü  Vitamin C atau vitamin E
ü  Zat besi
3.      Jadwal pemeriksaan hamil dipercepat dan diperketat
ü  Bila tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih
ü  Protein dalam urine 1 plus atau lebih
ü  Kenaikan berat badan I ½  kg  atau lebih dari seminggu
v  Penanganan pada preeklampsia berat :
1.      Diberi sedativa yang kuat untuk mencegh timbulnya kejang-kejang.
2.       Apabila sesudah 12-24 jam bahaya akut tidak dapat diatasi maka dapat di pikirkan cara untuk mengakhiri kehamilan. Tindakan ini perlu unuk mencegah seterusnya bahaya eklampsia.
2.5 Diet preeklampsia
a.       Definisi diet
Diet diartikan sebagai pengaturan susunan makanan sehari-hari. Diet seseorang bergantung pada kebutuhan bagi tubuhnya, sedangkan kebutuhan tersebut bergantung pada aktivitas dan kondisi orang yang bersangkutan.
b.      Tujuan diet preeklamsia
1)      Mencapai dan mempertahankan status gizi normal.
2)      Mencapai dan mempertahankan tekanan darah agar tetap normal.
3)      Mencapai keseimbangan nitrogen.
4)      Mencegah dan mengurangi retensi garam.
5)      Menjaga agar penambahan berat badan tidak melebihi normal.
6)      Mengurangi dan mencegah timbulnya faktor resiko lain atau penyakit lain pada saat kehamilan atau setelah melahirkan.
c.       Prinsip diet
a)      Diet preeklampsia I
Diberikan pada preeklampsia berat :
ü  Makanan diberikan dalam bentuk cair terdiri dari susu dan sari buah.
ü  Jumlah cairan diberikan paling sedikit 1500ml sehari/oral
ü  Kekuranganya diberikan secara parenteral.
ü  Makanan ini kurang energy dan zat gizi karena itu diet ini hanya diberikan selama 1-2 hari.

b)      Diet preeklampsia II
Diberian pada preeklampsia sedang :
ü  Makanan dalam bentuk lunak
ü  Rendah garam 1
ü  Makanan ini cukup energy dan zat gizi lainnya
c)      Diet preeklampsia III
Diberikan pada preeklampsia ringan :
ü  Mengandung protein tinggi
ü  Rendah garam
ü  Makanan dalam bentuk lunak atau biasa
ü  Jumlah energy sesuai dengan kenaikan BB 1 kg tiap bulan
d.      Bahan makanan yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan
1.      Makanan yang dianjurkan
ü  Roti panggang, biskuit, nasi, krekers, dan popcorn.
ü  Buah segar dan sari buah.
ü   Susu, teh, kaldu yang tidak berlemak, jus jeruk.
ü  Ikan, telur, tempe, tahu, sedikit daging.
ü  Sayur-sayuran seperti : bayam, wortel, buncis, kacang panjang.
2.      Makanan yang tidak dianjurkan
ü  Bahan makanan dan minuman yang mengandung alkohol, kafein seperti : minuman keras, kopi dan  rokok.
ü  Bahan makanan yang mengandung zat tambahan seperti : pengawet, pewarna, dan bahan penyedap.
ü  Makanan yang mengandung lemak tinggi  dan berminyak seperti : mentega, daging babi, dan kue kering.
ü  Makanan yang menimbulkan gas seperti : brokoli, kol, bawang, nangka, dan kacang kering.
e.       Pembagian bahan makanan sehari
Ø  Diet ppreeklampsia I
Pukul 06.00
Air teh
1 gelas
Pukul 08.00
Sari tomat
Susu
1 gelas
1 gelas
Pukul 10.00
Sari jeruk
1 gelas
Pukul 13.00
Sari avocado
Susu
1 gelas
1 gelas
Pukul 16.00
Sari tomat
Susu
1 gelas
1gelas
Pukul 18.00
Sari papaya
Sari jeruk
1 gelas
1 gelas
Pukul 20.00
Air teh
susu
1 gelas
1 gelas

Ø  Diet preeclampsia II


Pagi

Beras
Telur ayam
Sayuran
Minyak
Susu bubuk
Gula pasir
50 gr (1 gls tim)
50 gr (1 btr)
50 gr (1/2 gls)
5 gr (1/sdm)
25 gr (5 sdm)
10 gr(1 sdm)
Pukul 10.00
Buah
Gula pasir
100gr(1 ptng sdg)
10 gr (1sdm)



Siang
Beras
Daging
Tahu
Sayuran
Buah
Minyak
50 gr (1 gls tim)
50 gr(1 ptg sdg)
50 gr(1/tahu bsr)
75 gr(3/4   gls)
100 gr(1 ptg sdg)
5 gr (1/2   sdm)
Pukul 16.00
Buah
Gula pasir
100 gr(1 ptg sdg)
10 gr(1 sdm)



malam

Beras
Ikan
Tempe
Sayuran
Buah
Minyak
50 gr(1gls tim)
50 gr(1 ptg sdg)
25 gr (1 ptg sdg)
75 gr(3/gls)
100 gr(1 ptg sdg)
5 gr(1/2   sdm)

Ø  Diet preeklampsia III


Pagi

Beras
Telur ayam
Sayuran
Minyak
Susu bubuk
Gula pasir
50 gr (1 gls tim)
50 gr (1 btr)
50 gr (1/2 gls)
5 gr (1/sdm)
25 gr (5 sdm)
10 gr(1 sdm)
Pukul 10.00
Buah
Gula pasir
100gr(1 ptng sdg)
10 gr (1sdm)



Siang
Beras
Daging
Tahu
Sayuran
Buah
Minyak
75 gr (11/2 gls tim)
50 gr(1 ptg sdg)
100gr(1 tahu bsr)
75 gr(3/4   gls)
100 gr(1 ptg sdg)
10 gr (1  sdm)
Pukul 16.00
Buah
Gula pasir
Susu bubuk
100 gr(1 ptg sdg)
10 gr(1 sdm)
25 gr(5 sdm)



malam

Beras
Ikan
Tempe
Sayuran
Buah
Minyak
75 gr(11/2  gls tim)
50 gr(1 ptg sdg)
50 gr (2 ptg sdg)
75 gr(3/gls)
100 gr(1 ptg sdg)
10  gr(1 sdm)

f.       Kebutuhan gizi sehari ibu hamil dengan preeklampsia
a)      Preeklampsia I
Diberikan pada preeklampsia berat
Energi
1032 Kkal
Protein
20 gr
Lemak
19 gr
Karbohidrat
211 gr
Kalsium
600 gr
Zat besi
6,9 mg
Vitamin A
750 (IU)
Vitamin C
283 mg
Natrium
267 mg

b)      Preeklampsia II
Diberikan pada preeklampsia sedang
Energi
1604 Kkal
Protein
56 gr
Lemak
44 gr
Karbohidrat
261 gr
Kalsium
500 gr
Zat besi
17,3 mg
Vitamin A
2796 (IU)
Vitamin C
199 mg
Natrium
362 mg

c)      Preeklampsia III
Diberikan pada preeklampsia ringan
Energi
2128 Kkal
Protein
80 gr
Lemak
63 gr
Karbohidrat
305 gr
Kalsium
800 gr
Zat besi
24,2 mg
Vitamin A
3035 (IU)
Vitamin C
199 mg

g.      Hal-hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil dengan preeklampsia
ü  Garam dalam makanan dikurangi
ü  Lebih banyak istirahat
ü  Segera datang memeriksakan diri bila terdapat gejala seperti : sakit kepala, penglihatan kabur, mendadak BB naik (edema), pernapasan semakin sesak, nyeri pada epigastrium, kesadarn makin berkurang, gerak janin melemah dan berkurang, pengeluaran urine berkurang.
ü  Mengkonsumsi makanan beragam, bergizi, berimbang.
ü  Hindari makan yang mengandung lemak tinggi.
ü  Hindari merokok dan minum minuman keras.
ü  Kurangi bahan  makanan yang mengandung zat pewarna, pengawet, dan bahan penyedap.











BAB III
PENUTUP

3.1 kesimpulan
      Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa preeklampsia merupakan salah satu faktor penyebab utama kematian maternal dan perinatal yang tinggi, karena preeklampsia merupakan komplikasi dari hipertensi yang disertai protein urine serta oedema setelah umur kehamilan 20 minggu.
Oleh karena itu sebaiknya dilakukan pencegahan agar tidak terjadi preeklampsia, salah satu adalah dengan cara menyusun menu seimbang untuk diet ibu hamil dengan preeklampsia.
3.2 Saran
Semoga dengan selesainya makalah ini di harapkan agar para pembaca, khususnya mahasiswa Akper Pemda Cianjur dapat lebih mengetahui dan memaham i bagaimana proses penatalaksanaan diet pada ibu hamil dengan preeklampsia. Serta dapat mengaplikasikannya dalam dunia keperawatan.









DAFTAR PUSTAKA

Prohardjo, Sarwono. 2007. Ilmu kebidanan. Jakarta : EGC
Almatsier, Sunita.2004. Penuntun diet. Jakarta : PT. Gramedia  Pusaka Utama