
MIKROORGANISME
A. BBAKTERI
|
NO
|
NAMA
BAKTERI
|
PENYEBAB
PENYAKIT
|
TAKSONOMI
|
|
1.
|
Salmonella typhosa
|
Thypus
|
Kingdom: Bacteria
Class: Gamma Proteobacteria Order: Enterobacteriales Family: Enterobacteriaceae Genus: Salmonella
Species :S. bongori,
S.
|
|
2.
|
Mycobacterium
Tuberculosis
|
TBC (Tuberculosa)
|
Kingdom : Bacteria
Filum: Actinobacteria
Ordo: Actinomycetales
Upaordo:
Corynebacterineae
Famili: Mycobacteriaceae
Genus: Mycobacterium
Spesies: M. tuberculosis
|
3.
|
Streptococcus
Pneumoniae
|
Meningitis
|
Kingdom : Bacteria
Filum: Firmicutes
Ordo: Kokus
Upaordo: Lactobacillales
Famili: Streptococcaceae
Genus: Streptococcus
Spesies: S. pneumoniae
|
|
4.
|
Haemophilus influenza
|
Flu. meningitis
|
Kingdom: Bacteria
Phylum : Proteobacteria Class : Gamma Proteobacteria Order : Pasteurellales Family : Pasteurellaceae Genus : Haemophilus Species: Spesies: H. influenzae |
|
5.
|
Niseria meningitis
|
Meningitis( radang selaput otak )
|
Kingdom : Bacteria
Phylum : Proteobacteria
Class: Beta
Proteobacteria
Order : Neisseriales
Family: Neisseriaceae
Genus: Neisseria
|
|
6.
|
Mycobacterium
leprae
|
Lepra (kusta)
|
Kingdom : Bacteria
Phylum : Actinobacteria
Class: Beta
Proteobacteria
Order : Actinomycetales
Family: Mycobacteriaceae
Genus: M. leprae
|
|
7.
|
Treponema
pallidum
|
Sifilis atau Lues atau raja singa
|
Kingdom : Eubacteria
Phylum : Spirochaetes
Class: Spirochaetes
Order : Spirochaetales
Family: Spirochaetaceae
Genus: Treponema
Species: T. pallidum
|
|
8.
|
Shigella
dysentriae
|
disentri
basiler
|
Kingdom : Bacteria
Phylum : Proteobacteria
Order : Enterobacteriales
Family: Enterobacteriaceae
Genus: Shigella
Species: S. dysenteriae
|
|
9.
|
Vibrio
cholera
|
Kolera
|
Kingdom
:Bacteria
Phylum: Proteobacteria Class: Gamma Proteobacteria Order: Vibrionales Family: Vibrionaceae Genus: Vibrio Species: V. cholerae |
|
10.
|
Corynebacterium diphtheriae
|
dipteri.
|
Kingdom: Bacteria
Phylum: Actinobacteria Class: Actinobacteria Order: Actinomycetales Family: Corynebacteriaceae Genus: Corynebacterium Species: C. diphtheriae |
|
11.
|
Escherichia coli
|
kolera, tipus, disentri, diare, dan penyakit cacing
|
Domain: Bacteria
Phylum: Proteobacteria Class: Gamma Proteobacteria Order: Enterobacteriales Family: Enterobacteriaceae Genus: Escherichia Species: E. coli |
|
12.
|
|
Gonorrhaeae (kencing nanah)
|
Kingdom: Bacteria
Phylum: Proteobacteria Class: Beta Proteobacteria Order: Neisseriales Family: Neisseriaceae Genus: Neisseria Species: N. gonorrhoeae |
|
13.
|
|
infeksi tractus urinarius pada nosocomial infection
|
Kingdom: Bacteria
Phylum: Proteobacteria Class: Gamma Proteobacteria Order: Enterobacteriales Family: Enterobacteriaceae Genus: Proteus Species: P. vulgaris |
|
14.
|
|
Brucellosis ( demam malta)
|
Kingdom: Bacteria
Phylum: Proteobacteria Class: Alpha Proteobacteria Order: Rhizobiales Family: Brucellaceae Genus: Brucella
Species:B. abortus B. abortus, B. canis B. canis
B. ceti , B ceti . B. inopinata. B. inopinata . B. melitensis B. melitensis . B. microti B. microti . B. neotomae B. neotomae . B.ovis B. Ovis B. suis B. suis B. pinnipedialis B.pinnipedialis |
|
15.
|
Clostridium tetani
|
tetanus
|
Kingdom: Bacteria
Phylum: Firmicutes Class: Clostridia Order: Clostridiales Family: Clostridiaceae Genus: Clostridium Species: C. tetani |
|
16.
|
Bacillus anthracis
|
antrax
|
Kingdom: Bacteria
Phylum: Firmicutes Class: Bacilli Order: Bacillales Family: Bacillaceae Genus: Bacillus Species: B. anthracis |
|
17.
|
Clostridium botulinum
|
Botulisme ( keracunan)
|
Domain: Bacteria
Division: Firmicutes Class: Clostridia Order: Clostridiales Family: Clostridiaceae Genus: Clostridium Species: C. botulinum |
VIRUS
|
NO
|
NAMA VIRUS
|
PENYEBAB PENYAKIT
|
TAKSONOMI
|
|
1.
|
Virus Hepatitis
|
penyebab hepatitis (radang hati), yang paling
|
Kelas:
Kelas VII (dsDNA-RT)
Famili:
Hepadnaviridae
Genus: Orthohepadnavirus Spesies: Virus Hepatitis B |
|
2.
|
Virus Rabies
|
rabies
|
Group:
Group V ((-)ssRNA)
Order:
Mononegavirales
Family: Rhabdoviridae Genus: Lyssavirus Species: Rabies |
|
3.
|
Virus Polio
|
polio
|
Group:
Group IV ((+)ssRNA)
Family:
Picornaviridae
Genus: Enterovirus Species: Poliovirus |
|
4.
|
Virus Variola
|
cacar api
|
Kelas: Kelas I (dsDNA)
Famili:
Poxviridae
Genus: Orthopoxvirus Spesies: Variola vera |
|
5.
|
Virus Influenza
|
Influenza
|
Group: Group V ((-)ssRNA)
Family: Orthomyxoviridae
Genera :Influenzavirus A Influenzavirus B Influenzavirus C Isavirus Thogotovirus |
|
6.
|
Virus Dengue
|
demam berdarah
|
Group:
Group IV ((+)ssRNA)
Family:
Flaviviridae
Genus: Flavivirus Species: Dengue virus |
|
7.
|
Virus HIV
|
AIDS
|
Group: Group VI (ssRNA-RT)
Family: Retroviridae
Genus: Lentivirus Species : Human immunodeficiency virus 1. Human immunodeficiency virus 2 |
|
8.
|
Virus VAricella
|
Cacar air
|
Group:
Group I (dsDNA)
Family:
Herpesviridae
Subfamily: Alphaherpesvirinae Genus: Varicellovirus |
MYCROBACTERIUM TUBERCULOSIS ( TBC )
Mycobacterium tuberculosis adalah
bakteri penyebab penyakit tuberkulosa. Mycobacterium tuberculosis pertama kali
dideskripsikan pada tanggal 24 Maret 1882 oleh Robert Koch. Bakteri ini juga
disebut abasilus Koch (Wikipedia, 2009).
§ Morfologi
Bentuk organisme ini adalah basil tuberkel yang merupakan batang ramping dan kurus, dapat berbentuk lurus ataupun bengkok yang panjangnya sekitar 2-4 mikrometer dan lebar 0,2-0,5 um yang bergabung membentuk rantai. Besar bakteri ini tergantung pada kondisi lingkungan.
§ Fisiologi
Mikobakteria tidak dapat diklasifikasikan sebagi gram positif atau gram negative karena sekali diwarnai dengan zat warna basa, warna tersebut tidak dapat dihilangkan dengan alkohol, meskipun dibubuhi iodium, karenanya ia termasuk dalam bakteri tahan asam. Mikobakteria cenderung lebih resisten terhadap faktor kimia dari pada bakteri yang lain karena sifat hidrofobik permukaan selnya dan pertumbuhan bergerombol.
Mikobakteri
tidak menghasilkan kapsul atau spora; dinding selnya terdiri dari peptidoglikan
dan DAP; dengan kandungan lipid kira-kira setinggi 60%. Bakteri ini adalah
bakteri aerob, karenanya pada kasus TBC biasanya mereka ditemukan pada daerah
yang banyak udaranya. Mikobakteria mendapat energi dari oksidasi berbagai senyawa
karbon sederhana.
Aktivitas
biokimianya tidak khas, dan laju pertumbuhannya lebih lambat dari kebanyakan
bakteri lain karena sifatnya yang cukup kompleks dan dinding selnya yang
impermeable, sehingga penggandaannya hanya berlangsung setiap kurang lebih 18
jam. Bentuk saprofit cenderung tumbuh lebih cepat, berkembangbiak dengan baik
pada suhu 22-23oC, menghasilkan lebih banyak pigmen, dan kurang tahan asam dari
pada bentuk yang pathogen. Mikobakteria cepat mati dengan sinar matahari
langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan
lembab (Simbahgaul, 2008).
§ Ekologi
Bakteri ini biasanya berpindah dari tubuh manusia ke manusia lainnya melalui saluran pernafasan, keluar melalui udara yang dihembuskan pada proses respirasi dan terhisap masuk saat seseorang menarik nafas. Habitat asli Bakteri Mycobacterium tuberculosis sendiri adalah paru-paru manusia. Droplet yang terhirup sangat kecil ukurannya, sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosillier bronkus, dan terus berjalan sehinga sampai di alveolus dan menetap disana. Infeksi dimulai saat kuman tuberkulosis berhasil berkembang biak dengan cara pembelahan diri di dalam paru-paru (Anonim, 2007).
§ Peranan
dalam Lingkungan
Bakteri
Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit
tuberkolosis atau disingkat TBC. Sumber penularan adalah penderita Tuberculosis
(TB) yang dahaknya mengandung kuman TB hidup (BTA (+)). Infeksi kuman ini
paling sering disebarkan melalui udara (air borne, droplets infection).
Penyebaran melalui udara berupa partikel-partikel percikan dahak yang
mengandung kuman berasal dari penderita saat batuk, bersin, tertawa, bernyanyi
atau bicara. Partikel mengandung kuman ini akan terhisap oleh orang sehat dan
menimbulkan infeksi di saluran napas.
Bakteri
aktif mikobakteria mencemari udara yang ditinggali atau ditempati banyak
manusia, karena sumber dari bakteri ini adalah manusia. Bakteri ini dapat hidup
selama beberapa jam pada udara terbuka, dan selama itulah dia akan berterbangan
di udara hingga akhirnya menemukan manusia sebagai tempat hidup. (U-knee,
2008).
Biasanya
pencemaran oleh bakteri ini terjadi pada rumah yang penuh dengan orang namun
memiliki ventilasi yang buruk. Juga ditempat-tempat ramai yaitu sarana
perhubungan seperti bis sekolah, kapal laut, juga pada asrama, penjara, bahkan
dari dokter yang kurang memperhatikan sanitasi tubuhnya. Habitat asli dari
bakteri ini adalah manusia, dan hanya menjadikan lingkungan sebagai perantara
(Tin-U, 2005).
STREPTOCOCCUS PNEUMONIAE
(RADANG PARU )
Streptococcus Pneumoniae adalah penyebab
paling umum meningitis bakteri pada orang dewasa dan anak-anak, dan merupakan
salah satu bagian atas dua isolat ditemukan pada infeksi telinga, otitis media.
- § Morfologi
Genom S. pneumoniae adalah, tertutup struktur melingkar DNA yang
berisi antara 2 juta dan 2,1 juta basepairs, tergantung pada tekanan. Ini memiliki seperangkat inti 1553 gen
penting, ditambah 154 gen dalam virulome, yang berkontribusi pada virulensi,
dan 176 gen yang mempertahankan fenotipe non-invasif. Ada sampai 10% variasi genetik antara strain
- § Fisiologi
S. pneumoniae dapat
dibedakan dari Streptococcus
Viridans , beberapa di antaranya juga alfa hemolitik,
menggunakan optochin tes, sebagai S. pneumoniaeadalah optochin sensitif. S. pneumoniae juga dapat dibedakan berdasarkan sensitivitas
untuk lisis oleh empedu. encapsulated,
gram positif coccoidbakteri memiliki morfologi khusus pada gram
noda, yang disebut, "berbentuk pisau bedah" diplococci. Ia memiliki kapsul polisakarida yang
berfungsi sebagai faktor virulensi organisme; lebih dari 90 serotipe yang
berbeda yang dikenal, dan jenis ini berbeda dalam virulensi, prevalensi, dan
tingkat resistensi obat.
H AEMOPHILUS INFLUENZA
Haemophilus influenza merupakan salah satu jenis bakteri penyebab
influenza atau lebih di kenal dengan sebutan Flu
§ Morfologi
Haemophilus influenzae adalah nonmotile, bakteri Gram-negatif kecil di Pasteurellaceae keluarga .
Keluarga juga termasuk Pasteurella
dan Actinobacillus, dua genera
lain bakteri yang parasit binatang. encapsulated strain dari Haemophilus influenzae diisolasi dari
cairan serebrospinal yang coccobacilli, 0,2-0,3 to 0,5-0,8 mm, serupa dalam
morfologi untuk Bordetella pertussis,
agen dari batuk rejan. . Non encapsulated organisme dari dahak
yang pleomorphic dan sering menunjukkan benang panjang dan filamen. . Organisme
ini mungkin tampak Gram-positif kecuali noda prosedur sangat hati-hati Gram
dilakukan Selain itu, bentuk memanjang
dari dahak mungkin menunjukkan pewarnaan bipolar, yang menyebabkan salah
diagnosis Streptococcus pneumoniae
§ Taksonomi
Kingdom: Bacteria Bakteri
Phylum : Proteobacteria Bakteri
Class : Gamma Proteobacteria Gamma Bakteri
Order : Pasteurellales Pasteurellales
Family : Pasteurellaceae Pasteurellaceae
Genus : Haemophilus Haemophilus
Species: Spesies: H. influenzae H. influenza
Phylum : Proteobacteria Bakteri
Class : Gamma Proteobacteria Gamma Bakteri
Order : Pasteurellales Pasteurellales
Family : Pasteurellaceae Pasteurellaceae
Genus : Haemophilus Haemophilus
Species: Spesies: H. influenzae H. influenza
penyakit yang disebabkan oleh H. influenzae tampaknya hanya terjadi pada manusia. Pada bayi dan anak-anak
(di bawah usia 5 tahun),H. influenzae tipe b menyebabkan bakteremia dan meningitis bakteri akut.
Kadang-kadang, ini menyebabkan Epiglottitis (laringitis obstruktif), selulitis,
osteomyelitis, dan infeksi bersama. H. Nontypable influenzae menyebabkan infeksi telinga (otitis media) dan sinusitis pada anak-anak, dan berhubungan dengan infeksi saluran
pernafasan (pneumonia) pada bayi, anak-anak dan orang
dewasa.
Penyakit yang disebabkan oleh H. influenzae biasanya
dimulai pada saluran pernafasan atas sebagai nasopharyngitis dan dapat diikuti
oleh sinusitis dan otitis, mungkin menyebabkan pneumonia. Pada
kasus yang berat, bakteremia dapat terjadi, yang sering menyebabkan infeksi
sendi atau meningitis.
Infeksi
dengan jenis Haemophilus influenzae b (Hib)
dapat mengakibatkan meningitis dan infeksi berat lainnya (misalnya, pneumonia,
bakteremia, selulitis, arthritis septik, dan Epiglottitis) terutama pada bayi
dan anak-anak <5 tahun penyakit Hib. Yang jarang di individu 5 tahun atau
lebih tua. Hib
meningitis memiliki rasio kematian-kasus 5-10% di Amerika Serikat bahkan dengan
memulai terapi antimikroba awal. Sebagai
akibat dari penggunaan vaksinsecara luas konjugat Hib, penyakit
ini sekarang jarang di AS dan terlihat terutama pada bayi yang terlalu muda
untuk divaksinasi dan anak-anak tidak divaksinasi. Menurut
CDC, pada tahun 2004, kejadian tahunan estimasi Hib adalah 0,15 kasus per
100.000 anak-anak muda dari 5 tahun.
Patogenesis H. influenzae infeksi
tidak sepenuhnya dipahami, meskipun kehadiran jenis b kapsul polisakarida diketahui
menjadi faktor utama dalam virulensi. organisme
encapsulated dapat menembus epitel nasofaring dan menyerang pembuluh darah
secara langsung. kapsul mereka memungkinkan mereka untuk melawan fagositosis
dan lisis yang dimediasi melengkapi dalam nonimmune host.
Nontypable (encapsulated non) strain kurang invasif, tetapi mereka
ternyata mampu menginduksi respons inflamasi yang menyebabkan penyakit. Wabah H. infeksi influenzae tipe b dapat terjadi
di pusat pembibitan dan perawatan anak, dan administrasi profilaksis antibiotik
dibenarkan.Vaksinasi dengan polisakarida tipe b (dalam bentuk vaksin konjugasi
Hib) adalah efektif dalam mencegah infeksi, dan beberapa vaksin sekarang
tersedia untuk penggunaan rutin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar