Kamis, 31 Mei 2012

Yu, kenali Cacar Air


Cacar Air (Varicella, Chickenpox) adalah suatu infeksi virus menular yang sering timbul dan menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang menimbulkan rasa gatal.
Penyebab
Penyebabnya adalah virus varicella-zoster.Virus ini ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit. Penderita bisa menularkan penyakitnya mulai dari timbulnya gejala sampai lepuhan yang terakhir telah mengering. Karena itu, untuk mencegah penularan, sebaiknya penderita diisolasi (diasingkan). Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi virusnya bisa tetap tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster.
Gejala
Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demampilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.
Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.
Pencegahan
Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan.Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh.

Rabu, 30 Mei 2012

kenali bahaya kesemutan


Terjadinya kerusakan saraf akibat trauma pada saraf, atau akibat efek samping suatu penyakit sistemik. 

“Jika kesemutan munculnya spontan, dan Anda tidak sedang dalam posisi yang salah atau Anda telah memperbaiki posisi namun kram masih terjadi, Anda harus segera memeriksakan diri,” ujar Dr Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), konsultan neurologis dari Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 
Selain kesemutan, gejalanya antara lain, munculnya rasa nyeri seperti terbakar di tangan dan kaki, rasa kebas, mati rasa, kram, kaku otot, kehilangan kontrol kandung kencing, kulit hipersensitif, kulit mengilap, rambut rontok di area tertentu, kelemahan anggota gerak, hingga penyusutan otot.
Neuropati bisa menyerang siapa saja, namun paling banyak menyerang mereka yang berusia 40 tahun ke atas. Mereka yang memiliki risiko tinggi mengalami gangguan ini di antaranya penderita diabetes atau mereka yang berisiko diabetes, pemilik riwayat neuropati di keluarga, penderita penyakit jantung dan hipertensi, perokok, juga mereka yang suka mengonsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu. 
Dr. Manfaluthy melanjutkan, “Secara umum, neuropati seringkali tidak disadari sebagai penyakit, melainkan dipandang sebagai kondisi yang umum terjadi. Padahal jika dibiarkan, kondisi neuropati dapat mengganggu mobilitas penderitanya.”
Untuk mencegah neuropati, perlu penerapan pola hidup yang sehat dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang seimbang, terutama vitamin B. Nutrisi ini penting untuk melindungi dan meregenerasi sel-sel saraf.

Prinsip - Prinsip Komunikasi

Prinsip-prinsip komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh masing-masing pakar. Istilah prinsip oleh William B. Gudykunst disebut asumsi-asumsi komunikasi. Larry A.Samovar dan Richard E.Porter menyebutnya karakteristik komunikasi. Deddy  Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu prinsip-prinsip komunikasi. Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu :
 Prinsip 1 : Komunikasi adalah suatu proses simbolikKomunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu titik, tetapi terus berkelanjutan. Prinsip 2 : Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasiSetiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus. Prinsip 3 : Komunikasi punya dimensi isi dan hubunganSetiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat  dan antara dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda. Prinsip 4 : Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaanSetiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai) Prinsip 5 : Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktuPesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung. Prinsip 6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasiTidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi. Prinsip 7 : Komunikasi itu bersifat sistemikDalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi. Prinsip 8 : Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasiJika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan. Prinsip 9 : Komunikasi bersifat nonsekuensialProses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan dimengerti. Prinsip 10 : Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksionalKonsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi. Prinsip 11 : komunikasi bersifat irreversibleSetiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut. Prinsip 12 : Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalahDalam arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.

Jumat, 25 Mei 2012

peran etika



Etika sebagai pemikiran sistematis tentang moralitas tidak berpretensiuntuk secara langsung dapat membuat manusia menjadi lebih baik. Dalamartinya sebagai ilu, etika sebenarnya tidak perlu dimiliki oleh setiap orang,walaupun setiap orang membutuhkan moralitas. Yang dihasilkan secaralanngsung dari etika bukanlah kebaikan, melainkan suatu pemhaman yanglebih mendasar dan kritis tentang yang dianggap baik dan buruk secaramoral. Untuk apa bagi kita pemahaman seperti itu? Jawaban atas pertanyaan ini dapat dikembangkan berdasarkan beberapa pemikiran berkaitan dengan tantangan zaman modern, di mana manusia dapatdigambarkan sebagai yang sedang mencari orientasi. Ada beberapa alasan penting mengapa etika pada Zaman kita semakin perlu1.Adanya pluralisme moralAdalah suatu kenyataan sekarang ini bahwa kita hidup dalam zamanyang semakin pluralistic, tidak terkecuali dalam hal moralitas. Setiaphari kita bertemu dengan orang-orang dari suku, daerah, alpisan sosialdan agama yang berbeda. Pertemuan ini semakin diperbanyak dandiperluas oleh kemajuan yang telah dicapai dalam dunia teknologiinformasi, yang telah mengalami perkembangan sangat pesat. Dalam pertemuan langsung dan tak langsung dengan berbagai lapisan dankelompok masyarakat kita menyaksikan atau berhdapan dengan berbagai pandangan dan sikap yang, selain memiliki banyak kesamaan,memiliki juga banyak perbedaan bahkan pertentangan. Masing-masing pandangan mengklaim diri sebagai pandangan yang paling benar dansah. Kita m engalami sepertinya kesatuan tatanan normative sudah tidak ada lagi. Berhadapan dengan situasi semacam ini, kita akhirnya bertanya, tapi yang kita tanyakan bukan hanya apa yang merupakankewajiban kita dan apa yang tidak, melainkan manakah norma-norma
 
untuk menentukan apa yang harus dianggap sebagai kewajiban. Dengandemikian norma-norma sendiri dipersoalkan.2.Timbulnya masalah-masalah etis baruCiri lain yang menandai zaman kita adalah timbulnya masalah-masalahetis baru, terutama yang di sebabkan perkembangan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya ilmu-ilmu biomedis. Telahterjadi manipulasi genetis, yakni campur tangan manusia atas perkembangbiakan gen-gen manusia. Ada reproduksi artifisal sepertifertilisasi in vitro, entah dengan donor atau tanpa donor, entah denganibu yang “menyewakan” rahimnya atau tidak. Bias terjadi juga adanyaeksperimen dengan jaringan embrio untuk menyembuhkan penyakittertentu, entah jaringan itu diperoleh melalui abortus yang disengajaatau abortus spontan. masalah kloning dan penciptaan manusia-manusiasuper serta tindakan manipulasi genetic lainnya sangatlah mengandungmasalah-masalah etis yang serius dalam kehidupan manusia.Bagaimana sikap kita mengahadapi perkembangan seperti ini ? Disinilah kajian dan pertanggungjawaban etika diperlukan.3.Munculnya kepedulian etis yang semakin universal.Ciri berikutnya yang menandai zaman kita adalah adanya suatukepedulian etis yang semakin universal. Di berbagai tempat atauwilayahh di dunia kita menyaksikan gerakan perjuangan moral untuk masalah-masalah bersaama umat manusia. Selain gerakan-gerakan perjuangan moral yang terorganisir seperti dalam bentuk kerjasamaantar Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat, antar Dewan PerwakilanRakyat dari beberapa negara atau Serikat-serikat Buruh, dansebagainya, juga kita dapat menyaksikan adanya suatu kesadaran moraluniversal yang tidak terorganisir tapi terasa hidup dan berkembang di
 
aman-mana. Ungkapan-ungkapan kepedulian etis yang semakin berkembang ini tidaklah mungkin terjadi tanpa dilatarbelakangi olehkesadaran moral yang universal. Gejala paling mencolok tentangkepedulian etis adalah Deklarasi Universal tentang Hak-hak AzasiManusia, yang diproklamirkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 10 Desember 1984. Proklamasi ini pernah diseebut sebagaikejadian etis paling penting dalam abad ke-20, dan merupakan pernyataan pertama yang diterima secara global karena diakui olehsemua anggota PBB. Selain dari apa yang sudah dideklarasikantersebut, ada banyak juga kepedulian etis yang bersifat universal, diantaranya terutama masalah-masalah etis yang berkaitan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, masalah lingkungan hidup dansebagainya. Dengan kepedulian etis yang universal ini, maka pluralisme moral pada bagian pertama di atas dapat menjadi persoalantersendiri. Universal berhadapan dengan pluralitas.4. Hantaman gelombang modernisasi.Kita sekarang ini hidup dalam masa transformasi masyarakat yangtanpa tanding. Perubahan yang terus terjadi itu muncul di bawahhantaman kekuatan yang mengenai semua segi kehidupan kita, yaitugelombang modernisasi.Yang dimaksud modernisasi di sini bukan hanya menyangkuta barangatau peralatan yang diproduksi semakin canggih, melainkan juga dalamhal cara berpikir yang telah berubah secara radikal. Ada banyak cara berpikir yang berkembang, seperti rasionalisme, individualisme,nasionalisme, sekularisme, materialisme, konsumerisme, pluralismereligius serta cara berpikir dan pendidikan modern yang telah banyak mengubah lingkungan budaya, sosial dan rohani masyarakat kita.


Peran etika dalam kehidupan modern

ETIKA

         Pengertian :               Kata Etika berasal dari kata Yunani “ Ethos” yang berhubungan dengan pertimbangan pembuat keputusan, benar atau tidaknya suatu perbuatan karena tidak adanya undang-undang atau peraturan yang menegaskan apa yang harus dilakukan.               Etika adalah ilmu pengetahuan tentang kesusilaan (norma) kesusilaan adalah keseluruhan aturan, kaidah atau hukum yang mengambil bentuk amal dan larangan.               Serangkaian ajaran kesusilaan dari zaman kuno, ajaran moral yang diberikan kepada anak senantiasa mengatakan berbuatlah begini dan tidak boleh berbuat begitu atau singkirilah hal itu. Dengan kata lain kesusilaan ditanamkan untuk mengatur perilaku manusia serta masyarakat yang terdapat pada individu atau masyarakat tersebut. Perilaku manusia diatur atau ditentukan oleh norma kesusilaan  dapat juga dikatakan bahwa manusia dibentuk oleh kesusilaan.               Kini dapatlah kita memahami secara lebih baik apakah artinya bila dikatakan bahwa etika itu adalah ilmu pengetahuan tentang kesusilaan. Etika dipengaruhi  oleh : [ Lingkungan    Lingkungan ini sangat besar dalam mempengaruhi pola tingkah laku. Lingkungan ini dibentuk oleh tiga komponen yaitu : individu, keluarga dan masyarakat. Lingkungan terbagi dua bagian yaitu lingkungan intrinsik : keluarga dan lingkungan ekstrinsik, yaitu : masyarakat sekitar, kemajuan teknologi.[ Pola Asuh   Anak merupakan amanah Tuhan pada orang tua sehingga sudah kewajiban orang tua untuk mendidik dan mengarahkan anak tersebut. Orang tua memegang peranan penting dalam pembentukan seorang anak sebab orang tua merupakan contoh nyata bagi anak tersebut.       
[ Adat  istiadat    Merupakan kebiasaan umum pada suatu lingkungan tertentu, jadi kita harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan yang kita masuki seperti kata pepatah “ Dimana bumi di pijak disitu langit di junjung”.[ Individu   Tergantung pada individunya masing-masing dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Jadi keempat point diatas saling mempengaruhi satu sama lain.    Manfaat Etika Dengan beretika kita dapat diterima dilingkungan mana saja sehingga terciptanya keharmonisan dan kedamaian  diantara umat manusia.  Peranan Etika dalam Kehidupan Modern          Etika memberikan kepada kita apa yang diberikan oleh setiap ilmu pengetahuan, etika juga memenuhi keinginan manusia. Memang sesungguhnya manusia merupakan makhluk yang paling menarik, bagi manusia tidaklah mengherankan bahwa hasrat adalah pengetahuan terarah pada manusia sebagai makhluk susila.      
        Melalui sejarah etika, kita belajar mengenal pendapat-pendapat kesusilaan yang berpengaruh pada suatu masa tertentu, dampak yang dialaminya dan pada gilirannya nanti dampak-dampak yang diakibatkannya. Manusia memberikan tanggapan atas perilakunya sebagai perilaku yang baik atau yang buruk, kemudian sekali lagi merenungkannya.        Dalam kebanyakan peristiwa manusia melakukan perbuatan secara serta merta tanpa merenungkan perilakunya dan ukuran kesusilaan.     
       Jadi, etika bukan hanya merupakan kesibukan yang sedikit banyak bersifat teoritik, melainkan juga merupakan yang bersifat amat praktik       Seperti kita ketahui etika sangat pentingdalam kehidupan saat ini, apalagi seperti sekarang ini etika agak sedikit ditinggalkan, seperti sifat individualistiknya sangat ditonjolkan apalagi didaerah perkotaan.      Mengingat saat ini generasi penerus bangsa Indonesia sudah mulai luntur nilai-nilai moral dan norma dalam kehidupan sehari-hari, misalnya banyak berita-berita dimedia massa baik elektronik maupun surat kabar mengenai tawuran antar pelajar, anak membunuh orang tua dan berita-berita kekerasan atau kriminal lainnya yang kebanyakan pelakunya adalah remaja. Kita sangat menyayangkan betapa tidak sesuai kemajuan teknologi dibandingkan dengan kepribadian atau etika yang mereka miliki bertambah merosot. Memang masa remaja merupakan masa pancaroba dan jiwa dimana pada saat itu mereka mencari jati dirinya dan emosinya sedang labil sehingga rawan dengan datangnya pengaruh dari luar baik yang buruk atau yang baik. Apabila mereka tidak menyaringnya maka rusaklah kepribadian mereka, oleh karena itu sangat penting peranan orang tua, guru, masyarakat dalam membentuk kepribadian.      Kita ambil bahan perbandingan remaja dahulu dimana nilai etika mereka junjung tinggi , mereka selalu menurut walaupun bertentengan dengan hati nurani. Itu membuktikan bahwa dizaman dahulu didikan orang tua dalam menanamkan etika terhadap anaknya sangat ditekankan. Apalagi dizaman ini kita harus bisa menempatkan dan menggunakan etika dimanapun kita berada, karena dengan beretika yang baik pandangan orang kepada kita akan baik pula.

Top of Form

Cerita ku



saat ku mulai membuka mata ku ....
terlintas dalam benak ku, anugrah terindah sang pencipta....
mengizinkan ku untuk terus bermimpi dan melihat indahnya dunia...

ku berjalan dan terus berjalan...
menggapai mimpi yang tak kunjung tercapai...
terik matahari pun menemani langkah ku...
hujan pun menjadi teman bagi ku...

mimpi dan hanya bermimpi....




Kamis, 17 Mei 2012

peran dan fungsi perawat


Definisi Peran Perawat
Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam, suatu system. Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Peran adalah bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seesorang pada situasi sosial tertentu. (Kozier Barbara, 1995:21).
Peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatakan aktifitas perawat dalam praktik, dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung keperawatan secara professional sesuai dengan kode etik professional. Dimana setiap peran yang dinyatakan sebagai ciri terpisah demi untuk kejelasan.
Care Giver :
Pada peran ini perawat diharapkan mampu
  1. Memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga , kelompok atau masyarakat sesuai diagnosis masalah yang terjadi mulai dari masalah yang bersifat sederhana sampai pada masalah yang kompleks.
  2. Memperhatikan individu dalam konteks sesuai kehidupan klien, perawat harus memperhatikan klien berdasrkan kebutuhan significan dari klien.
Perawat menggunakan proses keperawatan untuk mengidentifikasi diagnosis keperawatan mulai dari masalah fisik sampai pada masalah psikologis.
Elemen Peran
Menurut pendapat Doheny (1982) ada beberapa elemen peran perawat professional antara lain : care giver, client advocate, conselor, educator, collaborator, coordinator change agent, consultant dan interpersonal proses.
Client Advocate (Pembela Klien)
Tugas perawat :
  1. Bertanggung jawab membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan dan dalam memberikan informasi lain yang diperlukan untuk mengambil persetujuan (inform concern) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya.
  2. Mempertahankan dan melindungi hak-hak klien, harus dilakukan karena klien yang sakit dan dirawat di rumah sakit akan berinteraksi dengan banyak petugas kesehatan. Perawat adalah anggota tim kesehatan yang paling lama kontak dengan klien, sehingga diharapkan perawat harus mampu membela hak-hak klien.
Seorang pembela klien adalah pembela dari hak-hak klien. Pembelaan termasuk didalamnya peningkatan apa yang terbaik untuk klien, memastikan kebutuhan klien terpenuhi dan melindungi hak-hak klien (Disparty, 1998 :140).
Hak-Hak Klien antara lain :
  1. Hak atas pelayanan yang sebaik-baiknya
  2. Hak atas informasi tentang penyakitnya
  3. Hak atas privacy
  4. Hak untuk menentukan nasibnya sendiri
  5. Hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian tindakan.
Hak-Hak Tenaga Kesehatan antara lain :
  1. Hak atas informasi yang benar
  2. Hak untuk bekerja sesuai standart
  3. Hak untuk mengakhiri hubungan dengan klien
  4. Hak untuk menolak tindakan yang kurang cocok
  5. Hak atas rahasia pribadi
  6. Hak atas balas jasa
Conselor
Konseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan mengatasi tekanan psikologis atau masalah sosial untuk membangun hubungan interpersonal yang baik dan untuk meningkatkan perkembangan seseorang. Didalamnya diberikan dukungan emosional dan intelektual.
Peran perawat :
  1. Mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya.
  2. Perubahan pola interaksi merupakan “Dasar” dalam merencanakan metode untuk meningkatkan kemampuan adaptasinya.
  3. Memberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada individu atau keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu.
  4. Pemecahan masalah di fokuskan pada masalah keperawatan
Educator :
Mengajar adalah merujuk kepada aktifitas dimana seseorang guru membantu murid untuk belajar. Belajar adalah sebuah proses interaktif antara guru dengan satu atau banyak pelajar dimana pembelajaran obyek khusus atau keinginan untuk merubah perilaku adalah tujuannya. (Redman, 1998 : 8 ). Inti dari perubahan perilaku selalu didapat dari pengetahuan baru atau ketrampilan secara teknis.