Jumat, 25 Mei 2012

peran etika



Etika sebagai pemikiran sistematis tentang moralitas tidak berpretensiuntuk secara langsung dapat membuat manusia menjadi lebih baik. Dalamartinya sebagai ilu, etika sebenarnya tidak perlu dimiliki oleh setiap orang,walaupun setiap orang membutuhkan moralitas. Yang dihasilkan secaralanngsung dari etika bukanlah kebaikan, melainkan suatu pemhaman yanglebih mendasar dan kritis tentang yang dianggap baik dan buruk secaramoral. Untuk apa bagi kita pemahaman seperti itu? Jawaban atas pertanyaan ini dapat dikembangkan berdasarkan beberapa pemikiran berkaitan dengan tantangan zaman modern, di mana manusia dapatdigambarkan sebagai yang sedang mencari orientasi. Ada beberapa alasan penting mengapa etika pada Zaman kita semakin perlu1.Adanya pluralisme moralAdalah suatu kenyataan sekarang ini bahwa kita hidup dalam zamanyang semakin pluralistic, tidak terkecuali dalam hal moralitas. Setiaphari kita bertemu dengan orang-orang dari suku, daerah, alpisan sosialdan agama yang berbeda. Pertemuan ini semakin diperbanyak dandiperluas oleh kemajuan yang telah dicapai dalam dunia teknologiinformasi, yang telah mengalami perkembangan sangat pesat. Dalam pertemuan langsung dan tak langsung dengan berbagai lapisan dankelompok masyarakat kita menyaksikan atau berhdapan dengan berbagai pandangan dan sikap yang, selain memiliki banyak kesamaan,memiliki juga banyak perbedaan bahkan pertentangan. Masing-masing pandangan mengklaim diri sebagai pandangan yang paling benar dansah. Kita m engalami sepertinya kesatuan tatanan normative sudah tidak ada lagi. Berhadapan dengan situasi semacam ini, kita akhirnya bertanya, tapi yang kita tanyakan bukan hanya apa yang merupakankewajiban kita dan apa yang tidak, melainkan manakah norma-norma
 
untuk menentukan apa yang harus dianggap sebagai kewajiban. Dengandemikian norma-norma sendiri dipersoalkan.2.Timbulnya masalah-masalah etis baruCiri lain yang menandai zaman kita adalah timbulnya masalah-masalahetis baru, terutama yang di sebabkan perkembangan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya ilmu-ilmu biomedis. Telahterjadi manipulasi genetis, yakni campur tangan manusia atas perkembangbiakan gen-gen manusia. Ada reproduksi artifisal sepertifertilisasi in vitro, entah dengan donor atau tanpa donor, entah denganibu yang “menyewakan” rahimnya atau tidak. Bias terjadi juga adanyaeksperimen dengan jaringan embrio untuk menyembuhkan penyakittertentu, entah jaringan itu diperoleh melalui abortus yang disengajaatau abortus spontan. masalah kloning dan penciptaan manusia-manusiasuper serta tindakan manipulasi genetic lainnya sangatlah mengandungmasalah-masalah etis yang serius dalam kehidupan manusia.Bagaimana sikap kita mengahadapi perkembangan seperti ini ? Disinilah kajian dan pertanggungjawaban etika diperlukan.3.Munculnya kepedulian etis yang semakin universal.Ciri berikutnya yang menandai zaman kita adalah adanya suatukepedulian etis yang semakin universal. Di berbagai tempat atauwilayahh di dunia kita menyaksikan gerakan perjuangan moral untuk masalah-masalah bersaama umat manusia. Selain gerakan-gerakan perjuangan moral yang terorganisir seperti dalam bentuk kerjasamaantar Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat, antar Dewan PerwakilanRakyat dari beberapa negara atau Serikat-serikat Buruh, dansebagainya, juga kita dapat menyaksikan adanya suatu kesadaran moraluniversal yang tidak terorganisir tapi terasa hidup dan berkembang di
 
aman-mana. Ungkapan-ungkapan kepedulian etis yang semakin berkembang ini tidaklah mungkin terjadi tanpa dilatarbelakangi olehkesadaran moral yang universal. Gejala paling mencolok tentangkepedulian etis adalah Deklarasi Universal tentang Hak-hak AzasiManusia, yang diproklamirkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 10 Desember 1984. Proklamasi ini pernah diseebut sebagaikejadian etis paling penting dalam abad ke-20, dan merupakan pernyataan pertama yang diterima secara global karena diakui olehsemua anggota PBB. Selain dari apa yang sudah dideklarasikantersebut, ada banyak juga kepedulian etis yang bersifat universal, diantaranya terutama masalah-masalah etis yang berkaitan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, masalah lingkungan hidup dansebagainya. Dengan kepedulian etis yang universal ini, maka pluralisme moral pada bagian pertama di atas dapat menjadi persoalantersendiri. Universal berhadapan dengan pluralitas.4. Hantaman gelombang modernisasi.Kita sekarang ini hidup dalam masa transformasi masyarakat yangtanpa tanding. Perubahan yang terus terjadi itu muncul di bawahhantaman kekuatan yang mengenai semua segi kehidupan kita, yaitugelombang modernisasi.Yang dimaksud modernisasi di sini bukan hanya menyangkuta barangatau peralatan yang diproduksi semakin canggih, melainkan juga dalamhal cara berpikir yang telah berubah secara radikal. Ada banyak cara berpikir yang berkembang, seperti rasionalisme, individualisme,nasionalisme, sekularisme, materialisme, konsumerisme, pluralismereligius serta cara berpikir dan pendidikan modern yang telah banyak mengubah lingkungan budaya, sosial dan rohani masyarakat kita.


Peran etika dalam kehidupan modern

ETIKA

         Pengertian :               Kata Etika berasal dari kata Yunani “ Ethos” yang berhubungan dengan pertimbangan pembuat keputusan, benar atau tidaknya suatu perbuatan karena tidak adanya undang-undang atau peraturan yang menegaskan apa yang harus dilakukan.               Etika adalah ilmu pengetahuan tentang kesusilaan (norma) kesusilaan adalah keseluruhan aturan, kaidah atau hukum yang mengambil bentuk amal dan larangan.               Serangkaian ajaran kesusilaan dari zaman kuno, ajaran moral yang diberikan kepada anak senantiasa mengatakan berbuatlah begini dan tidak boleh berbuat begitu atau singkirilah hal itu. Dengan kata lain kesusilaan ditanamkan untuk mengatur perilaku manusia serta masyarakat yang terdapat pada individu atau masyarakat tersebut. Perilaku manusia diatur atau ditentukan oleh norma kesusilaan  dapat juga dikatakan bahwa manusia dibentuk oleh kesusilaan.               Kini dapatlah kita memahami secara lebih baik apakah artinya bila dikatakan bahwa etika itu adalah ilmu pengetahuan tentang kesusilaan. Etika dipengaruhi  oleh : [ Lingkungan    Lingkungan ini sangat besar dalam mempengaruhi pola tingkah laku. Lingkungan ini dibentuk oleh tiga komponen yaitu : individu, keluarga dan masyarakat. Lingkungan terbagi dua bagian yaitu lingkungan intrinsik : keluarga dan lingkungan ekstrinsik, yaitu : masyarakat sekitar, kemajuan teknologi.[ Pola Asuh   Anak merupakan amanah Tuhan pada orang tua sehingga sudah kewajiban orang tua untuk mendidik dan mengarahkan anak tersebut. Orang tua memegang peranan penting dalam pembentukan seorang anak sebab orang tua merupakan contoh nyata bagi anak tersebut.       
[ Adat  istiadat    Merupakan kebiasaan umum pada suatu lingkungan tertentu, jadi kita harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan yang kita masuki seperti kata pepatah “ Dimana bumi di pijak disitu langit di junjung”.[ Individu   Tergantung pada individunya masing-masing dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Jadi keempat point diatas saling mempengaruhi satu sama lain.    Manfaat Etika Dengan beretika kita dapat diterima dilingkungan mana saja sehingga terciptanya keharmonisan dan kedamaian  diantara umat manusia.  Peranan Etika dalam Kehidupan Modern          Etika memberikan kepada kita apa yang diberikan oleh setiap ilmu pengetahuan, etika juga memenuhi keinginan manusia. Memang sesungguhnya manusia merupakan makhluk yang paling menarik, bagi manusia tidaklah mengherankan bahwa hasrat adalah pengetahuan terarah pada manusia sebagai makhluk susila.      
        Melalui sejarah etika, kita belajar mengenal pendapat-pendapat kesusilaan yang berpengaruh pada suatu masa tertentu, dampak yang dialaminya dan pada gilirannya nanti dampak-dampak yang diakibatkannya. Manusia memberikan tanggapan atas perilakunya sebagai perilaku yang baik atau yang buruk, kemudian sekali lagi merenungkannya.        Dalam kebanyakan peristiwa manusia melakukan perbuatan secara serta merta tanpa merenungkan perilakunya dan ukuran kesusilaan.     
       Jadi, etika bukan hanya merupakan kesibukan yang sedikit banyak bersifat teoritik, melainkan juga merupakan yang bersifat amat praktik       Seperti kita ketahui etika sangat pentingdalam kehidupan saat ini, apalagi seperti sekarang ini etika agak sedikit ditinggalkan, seperti sifat individualistiknya sangat ditonjolkan apalagi didaerah perkotaan.      Mengingat saat ini generasi penerus bangsa Indonesia sudah mulai luntur nilai-nilai moral dan norma dalam kehidupan sehari-hari, misalnya banyak berita-berita dimedia massa baik elektronik maupun surat kabar mengenai tawuran antar pelajar, anak membunuh orang tua dan berita-berita kekerasan atau kriminal lainnya yang kebanyakan pelakunya adalah remaja. Kita sangat menyayangkan betapa tidak sesuai kemajuan teknologi dibandingkan dengan kepribadian atau etika yang mereka miliki bertambah merosot. Memang masa remaja merupakan masa pancaroba dan jiwa dimana pada saat itu mereka mencari jati dirinya dan emosinya sedang labil sehingga rawan dengan datangnya pengaruh dari luar baik yang buruk atau yang baik. Apabila mereka tidak menyaringnya maka rusaklah kepribadian mereka, oleh karena itu sangat penting peranan orang tua, guru, masyarakat dalam membentuk kepribadian.      Kita ambil bahan perbandingan remaja dahulu dimana nilai etika mereka junjung tinggi , mereka selalu menurut walaupun bertentengan dengan hati nurani. Itu membuktikan bahwa dizaman dahulu didikan orang tua dalam menanamkan etika terhadap anaknya sangat ditekankan. Apalagi dizaman ini kita harus bisa menempatkan dan menggunakan etika dimanapun kita berada, karena dengan beretika yang baik pandangan orang kepada kita akan baik pula.

Top of Form

Tidak ada komentar:

Posting Komentar